Seorang pelamar mengisi formulir lamaran pekerjaan. Ketika dia sampai pada pertanyaan, "Apakah anda pernah ditangkap?"
Dia menjawab, "Tidak."
Pertanyaan berikutnya, sebenarnya merupakan pertanyaan bagi orang yang menjawab 'Ya', pertanyaan tersebut adalah "Mengapa?"
Namun si pelamar tetap menjawab pertanyaan itu: "Tidak pernah berhasil ditangkap."
Mengisi Catatan Kriminal di Formulir Lamaran Pekerjaan
Diposting oleh Zaenal Fahmi | 00.13 | Humor Umum | 0 komentar »Lamaran Pekerjaan Sebagai Mata-mata Industri
Diposting oleh Zaenal Fahmi | 00.11 | Humor Umum | 0 komentar »Seorang laki-laki melamar pekerjaan sebagai mata-mata industri. Bersama dengan beberapa pelamar lainnya, dia diberikan amplop yang disegel dan diberitahu untuk membawanya ke lantai empat.
Namun, ketika laki-laki itu sendiri, dia berjalan ke ruangan yang sepi dan membuka amplop tersebut. Di dalamnya ada pesan yang berbunyi, "Anda adalah orang yang kami cari. Silakan melapor ke kantor bagian personalia di lantai 5."
Perundingan Perusahaan dengan Serikat Pekerja
Diposting oleh Zaenal Fahmi | 00.06 | Humor Umum | 0 komentar »Negosiasi antara perusahaan dan serikat pekerja berakhir buntu. Perusahaan menolak salah seorang pegawainya yang menyalahi kontrak kerja dengan alasan sakit.
Pada pagi harinya dalam meja perundingan, pimpinan negosiator dari perusahaan membawa surat kabar edisi pagi, "Orang ini," katanya, "kemarin ijin dengan alasan sakit!"
Di situ, pada halaman olah raga, ada foto pegawai yang ijin sakit, yang baru saja memenangkan turnamen golf lokal dengan nilai yang memuaskan.
Negosiator dari serikat pekerja tiba-tiba memecah kesunyian ruangan.
"Wow," katanya, "Coba bayangkan skor yang bisa dia peroleh seumpama dia tidak sakit!"
Memanggil Pegawai dengan Nama Belakang
Diposting oleh Zaenal Fahmi | 00.05 | Humor Umum | 0 komentar »Manajer pada sebuah perusahaan besar melihat pegawai baru pada suatu hari dan mengajaknya untuk masuk ke kantornya.
"Siapa nama kamu?" itulah pertanyaan pertama yang diajukan oleh sang manajer.
"John," balas pegawai baru tersebut.
Sang manajer menjadi muram, "Begini, saya tidak tahu kamu dari perusahaan antah berantah yang seperti apa, tetapi saya tidak pernah sekalipun memanggil orang dengan nama depan mereka. Hal ini digunakan untuk membuat data marga yang akan diterapkan dalam memberikan otoritas setiap pegawai. Saya hanya akan memanggil pegawai dengan nama belakang saja - Pakpahan, Siriwa, Wijanarko, Uropmabin atau yang lainnya. Saya Robert Subroto, dipanggil sebagai Pak Subroto, Sekarang, karena sudah jelas, siapakah nama belakang kamu?"
Pegawai yang baru tersebut menarik nafas dan berkata, "Sayang. Nama saya adalah John Sayang."
"Baiklah... John, hal berikutnya yang akan saya beritahu kepada kamu adalah..."






